Selasa, 15 November 2011

nyeri punggung bawah mekanik


A. Definisi
Simon (1983) dikutip oleh Parjoto (2006) NPB bukanlah suatu penyakit atau diagnosis yang menunjukan suatu penyakit tetapi mengacu pada sindroma klinis dengan manifestasi brupa nyeri dan keluhan tidak nyaman seperti ketegangan dan atau kekakuan otot didaerah punggung bawah yang mulai dari VTh12 sampai anus. NPB kronis ini sendiri didenotasikan dalam hubungan dengan waktu yaitu timbulnya nyeri punggung lebih dari 3 bulan (Hill, 2006).
NPB mekanik mengarah pada NPB yang terjadi pada struktur anatomis punggung bawah yang normal yang digunakan secara berlebihan atau akibat sekunder dari trauma atau deformitas, yang menimbulkan stress atau strain pada otot, tendon dan ligamen (Parjoto, 2006; Soedomo, 2002; Anthonius, 2009). Sinaki dan Monkri (1996) dikutip oleh Parjoto (2006) menggunakan istilah NPB mekanik untuk menggabarkan keadaan NPB nondiskogenik yang dipicu oleh aktifitas fisik dimana gejalanya akan berkurang dengan istirahat. Jadi NPB mekanik merupakan istilah untuk mewadahi NPB nonspesifik yang tidak mengarah pada kausa tunggal tertentu (Parjoto, 2006). Mc Kenzi dikutip oleh Parjoto (2006) NPB mekanik ditandai dengan gejala sebagai berikut : (1) nyeri terjadi secara intermiten atau terputus-putus (2) sifat nyeri tajam atau mendadak, dipengaruhi oleh sikap atau gerakan yang bisa meringankan ataupun memperberat keluhan (3) membaik setelah istirahat dalam waktu yang cukup dan memburuk setelah digunakan untuk beraktifitas (4) tidak ditemukan tanda-tanda radang seperti panas, warna kemerah-merahan ataupun pembengkakan.
Menurut Inniss (2010) dan Rachma (2002) faktor mekanik sebagai penyebab NPB  mekanik adalah sebagai berikut:
a.       Sikap tubuh atau postur yang jelek
Yang dimaksud dengan sikap tubuh yang jelek adalah adalah sikap berdiri membungkuk ke depan, tidak tegak, kepala menunduk, dada datar, dinding perut menonjol dan punggung bawah sangat lordotik. Keadaan ini akan membuat titik berat badan akan jatuh ke depan. Sebagai kompensasi punggung harus ditarik kebelakang dan akan menimbulkan hiperlirdosis lumbal. Hal ini bila berlangsung lama akan menimbulkan kelelahan otot dan rangsangan pada ligamen-ligamen yang akan dapat menimbulkan rasa nyeri.
b.      Fleksibilitas yang jelek
Kurangnya olah raga membuat fleksibilitas sendi-sendi dan ekstensibilitas jaringan ikat menjadi kurang baik, sehingga mudah sekali mengalami penarikan dan peregangan pada pergerakan yang sebenarnya kurang berarti.
c.       Otot-otot penyusun vertebra yang lemah
Otot perut,otot punggung, gluteus maksimus dan iliopsoas adalah otot yang sangat penting didalam mempertahankan sudut lumbosakral pada posisi yang optimal 30°. Kelemahan otot-otot tadi akan menimbulkan pembesaran sudut lumbosakral. Hal ini juga dikenal sebagai punggung yang tidak baik (unstable back).
d.      Exercise technique dan lifting technique yang kurang
Latihan yang salah atau teknik mengangkat yang salah dapat meningkatkan  tekanan ekstra pada punggung bawah dan berpotensi menimbulkan keluhan NPB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar